Senin, 29 Februari 2016

Daerah kewanitaan berseri dengan lactacyd white intimate



               
 Organ kewanitaan adalah organ yang sangat vital bagi semua manusia. Khususnya bagi perempuan, karena jika tidak berhati-hati dalam merawat akan menimbulkan masalah yang tidak sedikit. Dan yang paling banyak ditemuai adalah keputihan, serta miss v yang hitam karena tidak dirawat dengan benar. Hal yang sering dialami yaitu pemakaian celana jeans yang ketat sehingga daerah sekitar miss v menjadi hitam. Hingga anda tidak percaya diri menggunakan celana pendek saat di rumah maupun pergi ke pantai.Tidak usah khawatir jika daerah sekitar miss v anda yang kini menghitam dan pasangan anda kurang puas kini Lactacd datang dengan membawa solusi .Lactacyd selain sebagai pembersih kewanitaan juga sebagai pencerah daerah sekitar keanitaan yang menghitam. lactacyd kini menghadirkan produk terbarunya yaitu lactacyt white intimate dimana secara klinis mencerahkan organ kewanitaan dalam 4 minggu. Sesuatu yang luar biasa bukan, dengan demikin pasangan anda akan tambah lengket dengan anda lagi dan tak perlu berendah diri lagi serta lebih percaya diri.
Lactacyd white intimate dapat membantu mencerahkan area di sekitar miss v dalam 4 minggu karena mengandung kandungan alami seperti ekstrak susu, bengkong dan algo white. Sehingga tidak usah khawatir jika lactacyd itu terbuat dari bahan kimia yang berbahaya. Karena kandungan alaminya dapat membantu mencerahkan serta tanpa efek samping karena sebuah proses yang instan.
                Lactacyd white intimate telah teruji secara dermatologi sehingga dapat digunakan sehari-hari.Benruknya yaitu seperti krim bening. Jadi anda tidak perlu merasa khawatir jika menggunakan lactacyd white intimate akan merasa gatal , perih, maupun iritasi di kulit. Lctacyt juga sudah berlebel halal bukan terbuat dari bahan yang dilarang dalam agama islam, sehingga aman digunakan. Aromanya juga tidak terlalu menyengat bahan kimia jadi anda yang tidak suka bau yang menusuk lactacyd cocok karena baunya ringan terlebih tidak berbahaya serta harganya juga gak terlalu mahal yaitu sekitar Rp.50.000 . Selain itu juga perlu diperhatikan cara penggunaanya agar tidak salah. Penggunaan dalam kewajaran saja agar tidak ada efek samping di luar keinginan.Untuk lebih mengetahui tentang lactacyt anda bisa klik disini. :)
Selamat mencoba . Salam kesehatan. Salam Lactacyd White Intimate


Minggu, 28 Februari 2016

Menjaga organ kewanitaan dengan cara alami



                Siapa sih yang ingin dalam keadaan sakit, paling juga tidak ada yang menginginkan . Walaupun sakit kadang adalah sebagai cobaan untuk menuju derajat manusia yang lebih tinggi karena kesabarannya akan tetapi menjaga kesehatan jauh lebih enak dan penting dibandingkan harus sakit dan pergi ke dokter. Setiap orang wajib menjaga kesehatan tubuhnya , mulai dari makan makanan yang bergizi, check up ke dokter, berolah raga, serta pola hidup sehat lainnya . Apalagi bagi orang yang punya kesibukan kompleks seperti wanita karir tentu saja menjaga kesehatan sangat perlu. Mungkin karena sebuah kesibukan seorang wanita bisa melupakan hal kecil seperti menjaga kebersihan organ intimnya. Meminum atau mengkonsumsi semua produk yang bukan dari produk alami tentu saja jangka panjang tidak baik untuk tubuh kita sendiri. Semua residu akan mengendap dalam tubuh kita dan akan kita rasakan beberapa tahun kemudian. Saya sarankan untuk beralih ke bahan-bahan yang lebih alami . Seperti ketika batuk kita bisa menggunakan perasan kencur ditambah gula merah, ramuan ini sudah sangat turun-temurun dari nenek moyang kita. Walaupun proses penyembuhan membutuhkn waktu yang tidak instan tapi batuk tidak akan kambuh lagi serta tanpa fek samping dibandingan dengan obat kimia. Serta ramuan nenek moyang kita yang lainnya.


Untuk para wanita menjaga kesehatan sangat penting, apalagi menjaga kebersihan area kewanitaan. Kadang jika kita tidak menjaga kebersihan maka akan timbul rasa gatal serta keputihan.Dan hal yang sangat ditakutkan yaitu kanker serviks atau kanke rahim. Oleh karena itu menjaga kebersihan sangat penting. Pada saat menstruasi kadang daerah kemaluan terasa gatal, panas, ataupun bau. Kini softex hadir dengan produk barunya yaitu softex dengan ekstrak daun sirih. Selain serat pembalutnya yang lembut serta mudah menyerap cairan kini dengan keberadaan daun sirih dapat memberikan aroma yang lebih harum serta tidak gatal maupun panas. Saat menggunakannya pun tidak terasa gatal hal ini menunjukan jika kandungan klorin ataupun bahan pemutih relative sedikit dan lebih aman dibandingkkan dengan pembalut lain yang jika dipakai panas maupun ada sensasi gatal. Selain itu softex juga menawarkan PH Balance yang bisa membantu menjaga kesehatan organ kewanitaan. Karena daun sirih dipercaya sejak zaman dahulu sebagai antiseptik atau pembunuh kuman penyakit sehingga tidak gatal dan membantu menjaga kebersihan kewanitaan serta menjauhkan dari bau tidak sedap. Dengan Teknologi liquid lock maka akan mengunci cairan di dalam pembalut sehingga tidak akan bocor dan dengan permukaan yang lembut yang akan mencegah dari iritasi.Sehingga kita akan merasa lebih nyaman dan aman dalam setiap aktivitas
Saya menyarankan ntuk mengganti pembalut setiap 3-4 jam sekali, ini adalah anjuran dari para pakar kesehatan. Karena cairan yang dibiarkan menumpuk terlalu lama akan mengganggu proses pengeluaran cairan serta organ intim yang lembab akan memunculkan banyak kuman dan penyakit. Maka dari itu jagalah selalu organ kita. Serta jika memang keputihan kita bisa menggunakan daun sirih yang direbus lalu kita minum dan kita basuhkan di organ kewanitaan saat mandi. Dipercaya dapat mengurangi keputihan, tapi jangan menggunakan terlalu sering karena akan membuat kering organ kewanitaan dan dapat beresiko kemandulan. Karena organ kewanitaan yang terlalu basah dan terlalu kering itu tidak baik. Organ kewanitaan mempunyai PH tersendiri jadi tidak boleh sampai kekeringan jadi pakailah ramuan ini secara wajar saja misal 3 kali seminggu pada saat masih keputihan saja serta gunakan softex dun sirih agar saat menstruasi tidak bau dan gatal serta panas .

Salam Kesehatan , Salam Softex daun sirih .  

Kamis, 18 Februari 2016

Wayang dan Gamelan: Warisan Budaya Leluhur yang Melegenda




                Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan, dimana memiliki lebih dari 17.000 pulau maka tidak heran jika budaya dan masyarakatnya sangat beragam atau multicultural. Setiap daerah tentunya memiliki budaya yang berciri khas, dimana budaya adalah jadi diri suatu masyarakatnya. Dapat juga sebagai simbol dari suatu daerah, misalnya saja kita mengenal tari Samba tentunya pikiran kita akan tertuju pada negara Brasil. Begitu pula ketika kita mendengar kata wayang tentu pula kita akan berkata itu milik kita Indonesia, dan tidak akan rela jika negara lain mengakuinya.Bersyukur bisa tinggal di daerah Sukoharjo, Jawa Tengah dimana pelestarian budaya masih saya rasakan. Dimana Pertunjukan wayang dan pelatihan gamelan masih tetap terjaga. Apalagi sekarang di Institut Seni di Jogjakarta maupun Surakarta masih ada jurusan gamelan dan wayang, serta karya seni daerah lainnya.
                Dan ternyata sudah pada tahun 2013 yang lalu oleh UNESCO wayang sudah dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia milik Indonesia. Dimana wayang sendiri beberapa tahun yang lalu sempat diakui oleh negara tetangga, dan kabar baik penduduk dan pemerintah Indonesia segera bertindak cepat sehingga warisan leluhur kita tidak dicuri negara lain.
                Wayang sendiri berasal dari sebuah kalimat yang berbunyi “Ma Hyan”,yang  artinya berjalan menuju yang maha tinggi (Tuhan, Dewa ataupun Roh ). Sebagian orang berpendapat jika kata wayang berasal dari bahasa Jawa yang berarti bayangan.Wayang  terbuat dari kulit sapi maupun kulit kerbau dimana kulit itu diproses dengan cara tertentu, lalu untuk membentuk karakter maupun tonjolan wayang agar lebih berkarakter maka akan diukir. Cara mengukir ini dinamakan dengan Tatah Sungging.  Wayang akan diukir lalu diberi warna untuk membedakan antara watak pada wajah wayang yang satu dengan yang lainnya. Bisa juga untuk membedakan baju diantara para wayang. Dengan adanya tatah sungging maka watak wayang dapat dibedakan menjadi beberapa kategori , antara lain :
1. Berdasarkan posisi kepala :
§  -Dhingkluk (menunduk) : sabar, bijaksan,dan waspada
§  -Lancap (menghadap ke depan ): Berani, brangasan(bertindak tanpa berfikir panjang), siaga, dan waspada.
§Mrongos( kelihatan giginya),mendelik(menyembunyikan muka) : pemarah, brangasan, galak, dan ugal-ugalan.
2. Berdasarkan jenisnya :
Ø  Satriya             : halus sifatnya, luhur, sabar, suka menolong, siaga,dan bijaksana.
Ø  Buta                 : Kasar, sombong, brangasan, ugal-ugalan, dan mudah marah.
Ø  Kethek (kera)   : pecicilan, usil, dan senang membuat onar.
3. Berdasarkan tatah sunggingnya :
       Putih, kuning dan hitam : baik dan suci.
       Merah                             : Berani , brangasan( bertindak tanpa berfikir panjang ).
       Biru                                : penakut.
        Di Indonesia wayang bukan hanya popular di pulau jawa khususnya di jawa tengah dan Yogyakarta. Dimana di daerah Jawa Tengah kita lebih popular dengan wayang kulit. Tapi sebenarnya di Indonesia terdapat kesenian wayang, bahkan di China Pun juga mempunyai kesenian wayang. Tapi wayang kulit hanya ada di Indonesia. Hampir seluruh Nusantara kita mempunyai wayang contohnya berikut ini :
1. Wayang beber

Wayang beber merupakan salah satu jenis wayang tertua di Indonesia. Wayang beber tertua dapat ditemukan di Pacitan, Donorojo, Jawa Timur. Selain dari kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana, wayang beber juga menggunakan kisah-kisah dari cerita rakyat, seperti kisah asmara Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji.
2. Wayang kulit

 Wayang ini berbentuk pipih dan terbuat dari kulit kerbau atau sapi. Lengan dan kakinya bisa digerakkan karena diberi kayu untuk menggerakkan serta diberi benda mirip sekrup agar tangan wayang bisa digerakkan. Di Bali dan Jawa, pertunjukan wayang kulit sering kali menggabungkan cerita-cerita Hindu,Budha dan Islam. Selain kisah-kisah religius, cerita-cerita rakyat serta mitos sering digunakan. Dimana kebanyakan wayang kulit mengambil cerita dari cerita Ramayana dan Mahabarata. 

3. Wayang Klitik (atau Karucil )
       Bentuk wayang ini mirip dengan wayang kulit, namun terbuat dari kayu, bukan kulit. Mereka juga menggunakan bayangan dalam pertunjukannya. Kata “klitik” berasal dari suara kayu yang bersentuhan di saat wayang digerakkan atau saat adegan perkelahian, misalnya. Kisah-kisah yang digunakan dalam drama wayang ini berasal dari kerajaan-kerajaan Jawa Timur, seperti Kerajaan Jenggala , Kediri, dan Majapahit. Cerita yang paling populer adalah tentang Damarwulan. Cerita ini dipenuhi dengan kisah perseturan asmara dan sangat digemari oleh publik.

 
4. Wayang golek
Pertunjukan ini dilakukan menggunakan wayang tiga dimensi yang terbuat dari kayu. Jenis wayang ini paling populer di Jawa Barat. Ada 2 macam wayang golek, yaitu wayang golek papak cepak dan wayang golek purwa. Wayang golek yang banyak dikenal orang adalah wayang golek purwa. Kisah-kisah yang digunakan sering mengacu pada tradisi Jawa dan Islam, seperti kisah Pangeran Panji, Darmawulan, dan Amir Hamzah, pamannya Nabi Muhammad A.S. Pertunjukan wayang golek sering kali menyajikan humor dengan tokoh yang paling terkenal yaitu Cepot. Tentu saja kita sudah sangat mengenalnya.


5. Wayang wong

Jenis wayang ini adalah sebuah drama tari yang menggunakan manusia untuk memerankan tokoh-tokoh yang didasarkan pada kisah-kisah wayang tradisional. Cerita yang sering digunakan adalah  Samaradahana. Awalnya, wayang wong dipertunjukkan sebagai hiburan para bangsawan, namun kini menyebar menjadi bentuk kesenian populer.
Cerita dalam wayang kulit mengambil dari cerita Ramayana,Mahabarata, pustaka jawa purwa, dan Purwakanda. Kini juga terdapat buku-buku yang memuat lakon gubahan dan karangan yang selama ratusan tahun telah disukai masyarakat, seperti : Abimanyu kerem, Doraweca, Suryatmaja maling, dsb.
Setiap pergelaran wayang menghadirkan kisah dan lakon yang berbeda. Ragam lakon terbagi menjadi 4 lakon, antara lain : lakon pakem dimana ceritanya semua mengambil dari perpustakaan jawa,sedangkan lakon carangan mengambil hanya garis besarnya sajadari perpustakaan wayang. Lakon gubahan tidak bersumber pada cerita pewayangan tetapi memakai tempat-tempat yang sesuai perpustakaan wayang, sedangkan lakon karangan sepenuhnya lepas dari perpustakaan wayang.
  Dikarenakan wayang kulit berasal dari budaya Hindu khususnya berasal dari India sehingga tidak heran jika sumber pengisahan mengambil cerita dari dua kitab, tetapi pada zaman Walisongo kisah wayang kulit sudah dicampur dengan syariat islam tanpa merubah ataupun menghilangkan wayang itu sendiri, justru sebagai media dakwah para walisongo secara halus sehingga  melekat pada masyarakat. Perbedaan antara kitab Ramayana dan Mahabarata yaitu :
1.       Kitab Mahabharata berisi tentang peperangan antara Pandawa dan Kurawa.  Pertempuran yang disebut Perang Bharatayudha ini Kurawa memperebutkan kedudukan raja. Peristiwa ini terjadi di kuruksetra (sebelah utara kota Delhi ). Kitab Mahabarata tersebar luas dikalangan masyarakat kebanyakan di India, karena Mahabharata dianggap sebagai kitab Regweda yang boleh dibaca oleh perempuan dan kaum sudra.
2.       Kitab Ramayana berisi tentang petualangan Rama dan istrinya Sinta, serta peperangan antara Rama yang dibantu Hanoman melawan raja Alengka, yaitu Rahwana. Dimana Shinta terkena tipu daya Rahwana padahal sudah diperingatkan Rama untuk tidak melanggar pesannya. Selanjutnya Rama berhasil mengalahkan Rahwana dengan berbagai rintangan. Pada akhirnya cerita ini berkembang menjadi cerita romantis yang sering difilmkan. 

Pagelaran Wayang Kulit

Selama semalam suntuk seorang dalang dapat mendalang tanpa henti. Dalang bertindak sebagai guru, atau orang yang paham akan ajaran hidup. Memang pada masa sekarang pertunjukan wayang lumayan lebih mahal apalagi dengan dalang Ki Anom Surata tapi pada kenyataannya sekarang wayang masih diminati dan masih tenar sampai sekarang.Bukan tentang harga tapi tentang bagaiman penonton bisa menikmati pertunjukan yang bisa bertahan sampai dini hari . Saya sangat kagum karena mana mungkin ada konser lain yang semisal seperti wayang yang mampu menyedot penonton banyak sampai dini hari. Apalagi di desa pertunjukan wayang kulit masih menarik animo masyarakat yang banyak selain dangdut.Biasanya wayangan diselenggarakan bisa dari perseorangan, dengan dana semua masyarakat ataupun dari pihak swasta.Wayangan juga biasa diselenggarakan misal dikarenakan setelah Idhul Fitri untuk syukuran desa, khitanan, pernikahan , serta kegiatan yang lainnya. Tetapi di kota juga masih banyak pertunjukan wayang walaupun itu diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun pejabat yang menggelar hajatan. Dalang bisa menyajikan nasihat, humor, bahkan kejadian yang sedang hangat pada sekarang ini. Seperti juga dengan film ataupun novel pastinya Wayang juga mempunyai urutan dari awal sampai akhir, antara lain :
1)      Jejer
2)      Kedhaton
3)      Pasebanjaban
4)      Bodholan
5)      Jejer Sebrangan
6)      Peranggagal
7)      Gara-gara
8)      Perang Kembang
9)      Perang Brubuh
10)   Tancep Kayon
Tokoh –tokoh dalam pewayangan memang sangat banyak, saya sendiri juga tak bisa menghafalnya dikarenakan jumlahnya yang ratusan. Seorang dalang tentunya sudah diluar kepala untuk hal itu. Wayang yang tidak dilakonkan biasanya akan dijejer atau dibariskan di sebuah debog atau batang pisang Biasanya diawali dengan wayang gunungan. Saat wayang dimainkan wayang akan seperti bayangan hitam diatas putih dikarenakan ada peran lampu minyak atau tintir sebagai pencahayaan yang membantu pemantulan wayang yang dimainkan. Saat memainkan lakon seorang dalang tentunya akan dibantu dengan banyak komponen, diantaranya :
a)   Wayang kulit


 Pada umumnya terbuat dari kulit sapi namun ada juga yang dibuat dari kulit kambing maupun kerbau . Proses pembuatannya pun cukup lama, mulai dari direndam lalu digosok lalu dibentangkan supaya tidak kusut kemudian dibersihkan bulu-bulunya. Setelah itu akan diukir atau nama lainnya tatah sungging dimana wayang akan dibentuk karakternya mulai dari warna sampai ornamennya.
b)   Gamelan
 
Yaitu seperangkat alat musik perkusi dan petik serta gesek yang mengiringi pagelaran wayang. Jumlahnya sangat banyak. Gamelan dimainkan secara bersama-sama membentuk alunan musik yang biasa disebut gending. Dimana gamelan mempunyai peranan sebagai roh ataupun sesuatu yang memberi nyawa pada sebuah pertunjukan wayang. 

c)    Kelir

  Layar lebar yang digunakan pada pertunjukan wayang kulit yang biasanya berwarna putih bersih.
d)   Debog


Yaitu batang pisang yang digunakan untuk menancapkan wayang. Baik yang dimainkan maupun yang yang dipamerkan (display).Dimana tatanan wayang yang berda di kanan maupun di kiri semuanya ada aturannya.
e)    Blencong


Yaitu lampu minyak (minyak kelapa ataupun minyak klentik) yang khusus digunakan dalam pertunjukan wayang kulit. Oleh karenanya seorang penyimping ( pembantu dalang ) harus mewaspadai  keadaan sumbu blencong tersebut manakala meredup, atau bahkan mati sama sekali. Kalaupun lampu penerangan untuk dalang pada masa sekarang sudah menggunakan listrik, sesungguhnya ada fungsi dasar yang hilang atau dihilangkan dari penggunaan blencong tersebut. Oleh karena blencong adalah lampu minyak, maka apinya akan bergoyang manakala ada gerakan-gerakan wayang, terlebih pada waktu perang yang digerakkan oleh ki dalang. Ada kesan bahwa ayunan api (kumlebeting agni) dari blencong itu seolah-olah memberikan nafas dan menghidupkan wayang itu sendiri.
f)     Kotak Wayang

Kotak wayang berukuran 1,5 meter kali 2,5 meter ini akan merupakan tempat menyimpan peralatan dalang juga sebagai ‘keprak’, sekaligus tempat menggantungkan ‘kepyak’. Dari kotak tempat menyimpan wayang ini juga akan dikeluarkan wayang, baik yang akan ditampilkan maupun yang akan dijajar. Kotak akan ditaruh di dekat dalang, di sebelah kiri. Ada sebuah kepyak juga disamping  dalang. Keprak berada di kotak yang dipukul dengan cempala. Keprak adalah suara dhodhogan sebagai tanda, disebut sasmita, dengan jenis tertentu diwujudkan pemukulan pada kotak dengan menggunakan cempala. Sementara pada kepyak, berupa tiga atau empat lempengan logam (kuningan/gangsa atau besi) yang digantungkan pada kotak, juga dipukul dengan cempala, dalam bentuk tanda tertentu, juga sebagai sasmita atau tanda-tanda untuk – selain mengatur perubahan adegan merubah, mempercepat, memperlambat, sirep, menghentikan atau mengganti lagu (gendhing).
g)   Cempala
 
Pada saat ke dua tangan dalang sedang memegang wayang dan ini yang unik,maka tugas untuk membunyikan keprak maupun kepyak, dengan tetap menggunakan cempala, dilakukan oleh kaki kanan ki dalang. Memukul kotak dengan cempala. Ki Dalang dapat memilih berbagai kemungkinan pembangun suasana dengan dhodhogan, seperti ada-ada, pathetan, kombangan. Dapat pula sebagai perintah kepada karawitan untuk mengawali, merubah, sirep, gesang atau menghentikan gamelan. Juga dapat digunakan untuk memberikan ilustrasi adegan, seperti suara kaki kuda, suara peperangan dan lain-lain. Artinya, ketika ke dua belah tangan ki dalang sedang memainkan wayang, maka keprak atau kepyak dapat juga berbunyi. Suatu keprigelan yang jarang dapat dilihat oleh para penonton wayang, karena biasanya ia sedang asyik mengikuti adegan yang ditampilkan di kelir (layar).
h)  Dalang
 
Yaitu sutradara, pemain, artis, serta tokoh sentral dari suatu pertunjukan wayang. Tanpa dalang, maka pertunjukan wayang itu tidak ada. Apalagi dalang pada pertunjukan wayang kulit. Komunikasi antara dalang dengan unit pendukung, perlengkapan dan peralatan pertunjukan wayang merupakan komunikasi yang unik. Dimana Dalang selain bercerita dengan berbagai gaya suara wayang juga akan bernyayi atau nembang jawa. Terkadang bahasa jawa yang digunakan dalang adalah bahasa Jawa Kawi dimana saya sendiri juga kurang memahami. Ini makhlum saja dikarenakan bahasa kawi hanya digunakan untuk sebagian sastra jawa, upacara keagamaan, pernikahan, bahkan bahasa di Keraton.
i)   Penyimping

   Adalah orang yang membantu dalang dalam menyiapkan wayang yang di jajar (disimping) pada debog (simpingan) dan juga semua keperluan dalang misal hal makanan.
j)    Niyaga
 
Adalah orang yang bertugas memainkan gamelan. Penabuh gamelan diharuskan memahami isi cerita/lakon wayang dan gendhing yang dimainkan serta mampu menyelaraskan dengan lakon cerita wayang.
k)   Waranggana
 
Yaitu penyanyi wanita dalam seni karawitan yang dimainkan dalam pagelaran wayang kulit. 






Pengelompokan wayang sendiri dapat dikelompokkan menjadi beberapa , antara lain :
1.       Keluarga Pandawa, dengan beberapa filosofi yang dapat kita ambil dari nama Pandawa :
a)      Puntadewa

Adalah saudara tertua yang berarti juga tingkatan tertinggi atau manusia yang telah menjadi insan kamil atau khalifah Tuhan untuk alam ini yaitu manusia yang telah menduduki fungsinya sebagai makhluk yang paling sempurna dibanding makhluk lain sehingga ditunjuk Tuhan sebagai wakil yang memelihara alam ini. Puntadewa diceritakan berdarah putih dan raja yang tidak bermahkota.
b)      Werkudara

Werku berarti menahan, mengendalikan, atau mengatur dan udara berarti nafas. Werkudara dapat diartikan sebagai suatu proses pengendalian nafas. Atau pengendalian hidup karena inti dari hidup adalah nafas.
c)       Arjuna ( Janaka )

Arjuna adalah kakak Nakula. Harjuna berasal dari kata Her yang berarti air bening atau wening atau wingit atau ghaib. Dan Jun yang berarti tempat. Arjuna dapat simpulkan sebagai keadaan batin manusia yang telah dapat menjadi tenang, hening, dan bijaksana. Pada posisi ini manusia telah sadar akan hakekatnya sebagai makhuk hidup yang sempurna sehingga tindak tanduknya selalu disertai dengan pertimbangan-pertimbangan dan kebijaksanaan.
d)      Nakula

Nakula adalah kakak dari Sadewa. Nakula mengandung makna saya. Kula dalam bahasa jawa berarti saya, akan tetapi bahasa yang santun dan rendah hati. Ini berarti kelakuan dalam diri manusia yang tadinya merasa paling, kini telah berubah setingkat lebih luhur sehingga menjadi sifat kesadaran manusia yang merasa dirinya kecil dan masih ada yang lebih diatasnya.
e)      Sadewa

Sadewa adalah Pandawa bersaudara yang paling kecil. Sadewa mengandung makna filosofi sifat menyerupai dewa. Hal ini mengandung makna bahwa kita sebagai manusia paling banyak berada dalam kondisi merasa bisa, merasa paling, merasa unggul sehingga terkadang dari keadaan tersebut memunculkan sifat sombong, ingin dihormati, dan sejenisnya. Sifat ini sangat manusiawi. Posisi sifat batin manusia dalam tingkatan Sadewa merupakan posisi terendah.
Putra pandawa: Pancawala, Gatotkaca, Antareja, Antasena, Sasikirana, Abimanyu, Wisanggeni, Priyambada, Irawan, Parikesit.
2.       Keluarga Dwarawati
Setyaki, Setyaka, Udawa, Samba, dan Kresna.
3.       Keluarga Kurawa, berjumlah 100 orang. Diantaranya : 
Duryudana

Durna, Duryudana, Dursasana, Durmagati, dsb.
4.       Keluarga Mandura
Basukunti, Basudewa, Bismaka, Satyajit, dan Baladewa.
5.       Para Dewa
Sang Hayang Wenang

Brama, Indra, Narada, Bathara Guru, Sang Hyang Wenang, Basuki, Surya, Kamajaya, Wisnu, Bayu, Kala, Yamadipati, Aswan, Antaboga, Asmara.
6.       Para Resi / Begawan
Manumayasa, Palarasa, Abiyasa, Mintaraga,Bisma, Wisrawa, Subali, dan Sukanda.
7.       Punakawan, Beberapa filosofi punakawan tterhada hidup kita :
a.       Semar

Semar yang berarti samar yang bertugas momong atau mengasuh pribadi kita. Dalam kepercayaan jawa, juga dalam Al Quran disebutkan bahwa setiap manusia ada yang momong atau membimbing yang bersifat ghaib, maka Semar dilambangkan dengan laki-laki tetapi seperti perempuan, akan tetapi bukan banci, yang merupakan simbol dari sifat samar atau ghaib. Semar mempunyai kuncung yang menghadap ke atas, yang merupakan simbol ketuhanan. Semar bersifat ghaib tetapi bukan Tuhan, dia hanya wakil Tuhan yang ghaib serta ditugaskan untuk ngemong atau membimbing setiap manusia.

b.      Petruk

Petruk  yang mempunyai makna papat (empat) ruh atau batin yakni ruhiah, siriah, nuriah, dan aluwiyah, maka digambarkan Petruk berhidung besar dan panjang dan dijuluki juga Petruk kantong bolong. Hidung besar dan panjang merupakan simbol manusia yang selalu berhati – hati dalam setiap nafasnya baik bersikap, berpikir, dan bertingkah laku. Kantong bolong adalah simbol manusia sebagai tempat yang selalu kurang.

c.       Nala Gareng

 Nala berarti hati. Gareng berarti kering.Nala Gareng adalah simbol dari sifat hati yang kering yang tidak berburuk sangka, selalu khusnudhon. Gareng di simbolkan mempunyai kaki yang pincang tangan yang ceko/cacat dan mata juling artinya setiap akan melangkah manusia hendaklah menimbang terlebih dahulu seperti berhati – hatinya jalannya orang yang cacat, begitu juga ketika akan memberi dan menerima baik hal yang bersifat materi maupun spiritual harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati seperti geraknya tangan orang yang cacat. Mata juling adalah simbol penglihatan. Manusia harus dengan cermat melihat dan menilai sesuatu karena terkadang apa yang terlihat tidak sesuai dengan fakta lahir ( ada maksud dan tujuan yang tersembunyi ) sehingga kita harus benar-benar cermat seperti melihatnya mata orang yang juling yang kadang tidak sesuai dengan arah yg dilihat.

d.      Bagong 

Adalah simbol sifat pemalas dan tidak akan berbuat jika tidak disuruh terlebih dahulu. Bagong merupakan gambaran sikap dari diri kita yang telah menjadi Pandawa yang akan melaksanakan sesuatu setelah benar-benar kita perhitungkan terlebih dahulu, maka apabila kita belum mendapatkan kemantapan terhadap suatu hal, kita belum akan melaksanakan hal tersebut.

8.       Keluarga Mandaraka
Buriswa, Tuhayata, Rukmata, Salya.
9.       Keluarga Wirata
Matswapati, Seta, Utara, Wratsangka dan Nirbita.
10.   Keluarga Pancawati
Shinta

Anoman

Rama Wijaya

Rama Wijaya, Lesmana Widagdo, Subali, Anggada, Anila, Anoman, Kapi Prajoka, Kapi Sempati, Kapi Naga, Sukasalya, Priti, Kekayi, Kawakwa, Shinta.
11.   Para Wanita Buta atau raksasa
Kenyawandu, Arimbi, Raseksi, Serpakenaka, dan Bethari Durga.
12.   Keluarga Alengka
Indrajit, Gunawan Wibisono, Kumbakarna, Dasamuka, Trimurda, Trisirah, Trinetra, Prahastha.
13.   Keluarga Pringgodani
Brajalamatan, Brajadenta, Kalabendana, Arimba.
14.   Wayang Perempuan Lainnya
Nagagini, Dewi Sri, Kumaratih, Anggraeni, Sukesi, Durgandini, Gendari, Madrim, Kunti, Drupadi, Rukmini,Larasati,SrikandiDyah Utari, Palupi, Sawitri, dsb.
15.   Raseksa atau rasaksa tanah sebrang
Buto Rmbut Geni, Buto Terong, Buto Cakil.
Buto Terong

Buto Rambut Geni

Buto Cakil

16.   Para Emban
Limbuk dan Cangik
Cangik

Limbuk

17.   Abdi Raseksa
Sarawita dan Togog
Togog


Beberapa gaman ataupun senjata yang terkenal dalam pewayanan antara lain :
a)      Trisula




b)      Candrasa


c)       Senjata Cakra

d)      Gada Rujakpolo



e)      Sarotama (Dadali)

f)       Pasopati

g)      Kyai Polanggeni
Berbicara tentang dunia pewayangan sendiri tidak akan pernah lepas dari  seperangkat gamelan. Dimana gamelan adalah roh ataupun yang memberi hidup suatu pementasan wayang kulit bahkan sebuah tarian tradisional sekalipun. Seni gamelan sering juga disebut dengan Karawitan. Nadanya menggunakan dua laras atau nada yaitu :
a. Laras Slendro   
   Sistem urutan nada-nada yang terdiri dari lima nada dalam satu gembyang dengan pola jarak yang hampir  sama rata. Sedangkan laras ( nada-nada ) yang digunakan dalam laras slendro adalah:
1. Penunggul, atau sering juga disebut barang, diberi simbol 1(angka arab satu), dan dibaca siji atau ji.
2. Gulu atau jangga , diberi simbol 2 (angka arab dua), dibaca loro atau disingkat ro
3. Dhodho, atau jaja atau tengah, diberi simbol 3 dan dibaca telu atau dibaca singkat     lu.
4. Lima, diberi simbol 5 (angka arab lima ), dibaca lima , atau mo sebagai bacaan singkatnya.
5. Nem, diberisimbol 6 (angka arab enam), dibaca nem.

    Selain lima nada pokok tersebut juga sering disebut beberapa nama laras atau nada , seperti:
1. Barang, yaitu nada gembyangan dari penungggul, diberi simbol 1(angka arab satu dengan titik diatas angka), dibaca ji atau siji.
2. Manis, yaitu nada gembyangan gulu, diberi simbol angka 2 ( angka arab dua dengan titik diatas). Manis hanya digunakan untuk laras kenong dan kempul.

b. Laras Pelog.
Sistem urutan nada-nada yang terdiri dari lima nada (atau tujuh) nada dalam satu gembyang dengan menggunakan satu pola jarak nada yang tidak sama rata, yaitu tiga (atau lima) jarak dekat dan dua jauh.

Perangkat Gamelan
Dalam seni karawitan terdapat berbagai jenis perangkat gamelan yang di bedakan menurut jenis,jumlah dan fungsinya di masyarakat yang sejak dulu dan sampai sekarang masih dilestarikan antara lain:

1. Gamelan Kodhok Ngorek
Gamelan ini hanya dimiliki oleh kalangan keraton dan masyarakat umum tidak dibenarkan memiliki perangkat gamelan sejenis gamelan ini biasanya digunakan untuk:
- Hajatan atau peristiwa perningkahan (temu penganten)
- Upacara(grebeg puasa,bakda,mulud)
- Tanda atau berita tentang adannya kelahiran bayi perempuan

Berikut ini komposisi gamelan Kodhok Ngorek:
- Sepasang kendang alit dan kendang ageng
- Satu atau dua rancak bonang yang terdiri dari delapan pencon
- Satu rancak rijal yang terdiri dari delapan pencon
- Dua buah gong
- Sepasang penontong
- Sepasang rojeh
- Sepasang kenong
- Serancak kecer
- Serancak gender barung
- Serancak gambang gangsa

Repertoar gending yang biasanya digunakan dalam perangkat gamelan ini ,yaitu Dhendha santi, pedaringan kebak dan Dhendha gedhe. Kebanyakan orang menyebut bahwa gamelan kodhok ngorek adalah gamelan dua nada dan berlaras pelog. Adapun lagu pokok kodhok ngorek yang terdapat pada gamelan ageng adalah sebagai berikut:
            7.76 7.76 7.76 7.76 untuk gamelan tumbuk nem
            6.65 6.65 6.65 6.65 untuk gamelan tumbuk lima
Gendhing ini disajikan dari irama seseg (cepat),kemudian tamban atau dados (lambat) kembali lagi keseseg lalu suwuk (selesai)

2. Gamelan Monggang
Gamelan ini memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari gamelan kodhok ngorek, walaupun dari segi umur gamelan ini lebih muda. Kedudukan ini dicapai karena fungsi dan perannya yang lebih banyak dan lebih penting (tinggi). Fungsi perangkat gamelan ini antara lain:
-Memberi tanda pada berbagai upacara(penobatan,jumenengan raja)
-Mengiringi gunungan pada berbagai upacara grebeg
-Menengarai berbagai peristiwa penting
-Mengiringi adon-adon (aduan,sabungan)
-Mengiringi latihan perang
-Menengarai bayi laki-laki dari keluarga raja
-Menengarai kemangkatan(meninggalnya raja)

Gamelan Monggang memiliki komposisi ricikan sebagai berikut:
-Serancak bonang yang terdiri dari empat bagian
-Satu atau lebih rancak bonang.berisi enam pencon yang terdiri tiga nada
-Tiga rancak kecer
-Satu gayor penonthong terdiri dari dua pencon yang larasnya berbeda
-Sepasang kendang
-Sepasang gong ageng
-Sepasang  rancak kenong (japan)

Gamelan monggang juga disebut dengan gamelan patigan, artinya gamelan yang memiliki tiga nada pokok. Gamelan ini juga berlaras pelog dan slendro, adapun pola tabuhannya sebagai berikut:
1615 / 3231 / 2726
Nada pertama adalah dua nada diatas seleh
Nada kedua adalah satu nada diatas seleh
Nada ketiga adalah nada seleh

Gendhing ini disajikan dari irama seseg (cepat), kemudian tamban atau dados (lambat) kembali lagi keseseg lalu suwuk (selesai).

3. Gamelan Carabalen
Gamelan Carabalen adalah gamelan dari jenis pakumartan, yang paling banyak dimiliki oleh masyarakat atau lembaga diluar keraton. Gamelan ini memiliki fungsi yang pasti, yaitu untuk menghormati kedatangan para tamu. Gamelan ini memiliki komposisi ricikan sebagai berikut:
- Sepasang kendang (lanang dan wadon)
- Satu rancak gambyong (terdiri dari empat pencon bonang)
- Satu rancak bonang yang berfungsi sebagai klenang dan kenut
- Sebuah penontong
- Sebuah kenong (japan)
- Sebuah kempul dan gang dalam satu gayor
Gamelan ini memiliki empat nada pokok dan memiliki lebih dari satu gendhing pada repertoarnya. gendhing-gendhing tersebut antara lain:

- Lancaran Gangsaran
- Lancaran Klumpuk
- Lancaran Glagah Kanginan
- Lancaran Bali-Balen
- Ketawang Pisang Bali
- Ladrang Babad Kenceng


4. Gamelan Sekaten
Gamelan ini dianggap paling terkait dengan upacara islam (sebagai syiar agama islam) dan gamelan ini ditabuh atau dibunyikan pada pekan sekatenan atau grebeg mulud pada setiap bulan kelahiran Nabi Muhamad S.A.W. Serta pada setiap acara grebeg-grebeg yang lain. Keraton Surakarta memiliki dua perangkat gamelan sekaten (Gamelan Sekaten Kyai Guntur Sari dan Kyai Guntur Madu) dan kedua gamelan ini berlaras pelog. Gamelan ini sengaja dibuat dengan ukuran yang besar supaya berbeda dengan gamelan yang lain.

Berikut ini adalah komposisi  ricikan yang dapat dilihat dan digunakan pada kedua perangkat
gamelan sekaten yang terdapat pada Keraton Surakarta. Masing-masing adalah:
- Satu rancak bonang (penembung)
- Dua rancak saron demung
- Dua rancak saron barung
- Dua rancak saron penerus
- Satu rancak kempyang(berisi dua pencon)
- Sebuah bedhug
- Sepasang atau dua buah gong besar

Konon gamelan ini berasal dari satu perangkat gamelan yang sama, yang dulunya terdapat dan digunakan pada pekan sekaten di Demak. Kemudian tradisi ini dilanjutkan di Mataram (Surakarta dan Yogyakarta). Gamelan ini biasanya ditempatkan di depan halaman Masjid Agung, yang masing-masing gamelan mempunyai tempat sendiri-sendiri (bangsal), kemudin disebut bangsal Pagongan.

5. Gamelan Ageng
Perangkat gamelan standar (lengkap jenis ricikannya) dengan berbagai jenis kombinasi dan di dalam kehidupan sehari-hari hampir selalu digunakan untuk berbagai keperluan, dari ritual masyarakat. Perkembangan dan pengembangan perangkat gamelan menjadi semakin meningkat dan beragam baik kualitas maupun kuantitasnya. Seperti instrumen dan permainan musik dari luar dunia gamelan (terompet, drum set, keyboard, dan lain-lain).

Gamelan terdiri dari beberapa alat musik, yaitu:

1. Saron

 
Alat ini dimainkan dengan dipukul memakai satu alat pemukul yang terbuat dari kayu. Saron merupakan pengisi melodi utama dalam permainan gamelan. Alat ini merupakan alat berbilah dengan bahan dasar besi, kuningan dan perunggu.

2. Demung
 
Bentuk dan fungsinya sama seperti saron, namun demung bersuara lebih rendah satu oktaf dari pada saron dan kedengaran lebih keras. Pemukul untuk demung juga berukuran lebih besar dari pada pemukul saron.


3. Peking
 
Alat ini berukuran lebih kecil dari pada saron dan suaranya satu oktaf lebih tinggi dibandingkan saron. Fungsinya adalah sebagai pemberi warna melodi dalam permainan gamelan. Biasanya peking akan membunyikan melodi yang sama dengan yang dimainkan saron namun permainannya dibuat terus mengisi ketukan, sehingga tidak ada tempo yang kosong. Hal ini dapat jelas terlihat dalam permainan tempo lambat. Irama peking adalah dua kali irama saron dan demung. Peking dipukul oleh alat pemukul yang biasanya terbuat dari tanduk sapi. Cara memukulnya pun sama dengan saron dan demung, hanya berbeda temponya saja.

4. Bonang barung

 
Bonang barong dalah merupakan alat musik berpencu yang terbuat dari besi, kuningan dan perunggu. Alat ini dipukul dengan pemukul kayu berbentuk batangan yang salah satu ujungnya dililit kain. Bonang dimainkan dengan cara dipukul oleh dua alat pemukul. Bonang barung merupakan kepala utama alat melodis dalam gamelan. Alat ini berfungsi sebagai pemurba lagu, yang bertugas memulai  jalannya sajian gendhing-gendhing. Satu set bonang terdiri dari 14 atau 12 buah bonang.

5. Bonang penerus
 
Bentuk dan cara memainkan alat ini sama seperti bonang barung. Alat ini merupakan pengisi harmoni bunyi bonang barung. Bentuk mirip bonang barung namun lebih kecil, bonang penerus memiliki suara satu oktaf lebih tinggi daripada bonang barung sewaktu dipukul dalam tempo yang lebih cepat dari pada bonang barung.

6.  Kenong
 
Kenong biasanya dimainkan dengan dipukul oleh satu alat pemukul. Alat ini merupakan pengisi akor atau harmoni dalam permainkan gamelan, kenong berfungsi sebagai penentu batas-batas gatra, dan  menegaskan irama. Kenong juga termasuk dalam alat musik berpencu, namun ukuran lebih besar dari pada bonang. Alat ini juga dipukul menggunakan alat pemukul kayu yang dililitkan kain. Jumlah dalam satu set bervariasi tapi biasanya sekitar 10 buah.


7.  Kethuk kempyang

Alat ini memiliki fungsi sebagai alat musik ritmis, yang membantu kendhang dalam menghasilkan ritme lagu yang diinginkan. Dalam tiap set gamelan hanya ada satu buah kethuk dan satu buah kempyang. Kethuk kempyang biasanya diletakan dekat kenong, kethuk kempyang juga dimainkan oleh pemain kenong.

8. Gender barung
 
Alat ini dimainkan menggunakan dua alat pemukul. Fungsinya hampir sama dengan saron namun dengan warna suara yang berbeda, alat ini terbuat dari besi, kuningan dan perunggu. Alat ini merupakan alat musik berbilah. Bilahan gender lebih tipis daripada bilahan saron. Pada tempatnya, bilah-bilah itu dihubungkan oleh suatu penyangga yang tersusun dari rangkaian benang yang disambungkan diantaranya.

9. Gender penerus

Alai ini hampir sama dengan bonang penerus, yaitu menjalankan fungsinya sebagai pendamping gender barung. Irama gender penerus lebih cepat dua kali lipat dari pada gender barung. Bilah gender penerus lebih kecil dari pada gender barung.


10. Slenthem
 
Alat ini dimainkan dengan dipukul oleh satu alat pemukul. Fungsinya benar-benar sama dengan saron yaitu sebagai pemegang melodi dalam gamelan. Namun, dengan warna suara yang berbeda dan tinggi nada satu oktaf lebih rendah dari pada demung.

11. Kempul 
 
Kempul adalah salah satu alat musik gamelan yang terbuat dari perunggu dan termasuk gamelan berpencu. Kempul disebut juga gong kecil. Satu set kempul terdiri dari beberapa buah kempul yang jumlahnya bervariasi. Kempul yang berukuran lebih kecil memiliki nada lebih tinggi dari pada kempul yang besar. Kempul dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul dalam ukuran lebih besar dari pemukul yang digunakan untuk pemukul kenong tapi lebih kecil daripada pemukul gong. Pemukul ini seluruhnya terbuat dari kayu dan bagian yang dipukulkan dilapisi kain tebal. Kempul diletakan dengan cara digantung. Fungsi kempul adalah pemangku irama atau menegaskan irama melodi. Kempul merupakan pengisi akor dalam setiap permainan gamelan.

12. Gong


Gong adalah salah satu alat musik gamelan yang terbuat dari perunggu dan termasuk gamelan berpencu. Gong dimainkan dengan cara dipukul. Gong diletakan denga cara menggantung, karena bentuknya yang sangat besar. Fungsinya adalah untuk memberi tanda berakhirnya sebuah gatra dan juga untuk menandai mulainya dan berakhirnya gendhing.
Gong memiliki bentuk paling besar sehingga memiliki suara paling rendah di antara instrument gamelan lainya. Gong merupakan instrument yang paling dihargai dari semua instrument gamelan karena dianggap sebagai jiwa gamelan. Gong dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
A. Gong siyem
Besarnya di antara kempul dan gong gedhe (besar).

B. Gong suwukan
Besarnya di antara kempul dan gong gedhe (besar).

C. Gong gedhe
Gong yang bentuknya paling besar.


13. Gambang

Gambang merupakan instrument gamelan yang dimainkan paling cepat dalam sebuah lagu. Alat ini menjalankan fungsi yang sama dengan gender barung, tapi gambang terbuat dari kayu. Tiap gambang biasanya terdiri dari 19 atau 20 bilah kayu untuk nadanya. Gambang dimainkan dengan dua buah pemukul. Pemukul gambang sangat panjang. Panjang tangkainya kira-kira 35 cm. tangkai ini terbuat dari tanduk, sedangkan bagian yang dipukulkan terbuat dari kayu yang sisi kelilingnya dibalut kain.

14. Kendhang
 
Alat ini dimaikan dengan dipukul oleh kedua tangan pada setiap sisinya. Kendhang merupakan kepala yang memimpin setiap permainan gamelan, berfungsi sebagai penentu setiap ritme yang ada dalam pemain gamelan. Kendhang merupakan pengatur irama gendhing. Alat ini berfungsi memulai, mempercepat, memperlambat, dan memberi tanda akan berakhirnya gendhing. Dalam gamelan ada tiga atau empat buah kendhang yang berbeda ukurannya. Setiap kendhang ditutupi dengan membrane kulit dikedua sisinya. Diameter kedua sisi kendhang ini berbeda. Keempaat kendhang yang dimaksud adalah: kendhang gendhing, kendhang wayangan, kendhang ciblon, dan ketipung.

15. Suling

Alat ini dimainkan dengan ditiup. Biasanya suling memainkan melodi tersendiri yang menghiasi permainan gamelan. Suling terdiri dari dua macam yaitu suling slendro dan suling pelog. Perbedaan suling slendro dan suling pelog adalah pada letak dan jumlah lubang-lubangnya. Suling slendro memiliki 4 buah lubang, dan pelog memiliki 5 buah lubang.

16. Siter

Siter dimainkan dengan petikan oleh ibu jari kiri dan kanan. Alat ini juga memainkan melodi tersendiri. Siter dibuat dengan dua sisi, yaitu sisi atas dan sisi bawah. Masing-masing memiliki laras pelog dan slendro. Siter mirip dengan kecapi di Jawa Barat. Siter memiliki 11 atau 12 dawai yang unison (satu nada)

17. Rebab
 
Rebab merupakan alat musik gesek berdawai dua. Rebab terbuat dari kayu dan tubuhnya terbentuk seperti hati. Tubuh rebab dilapisi dengan kulit tipis. Dawai ditekan dengan jari tangan kiri tapi tidak sampai menempel pada batang rebab.

                Walaupun  pertunjukan wayang kulit harus menyediakan tempat yang lumayan luas karena untuk tempat penonton serta panggung untuk pertunjukan wayang dan seluruh perangkat gamelan serta komponen lain pendukung wayanga. Wayangan biasanya diselenggarakan di lapangan bisa juga di rumah yang mempunyai halaman cukup luas. Pada masa sekarang sudah banyak dalang cilik yang pandai mendalang , selain bangga karena mendalang bukan hal yang mudah selain harus hafal tembang jawa misal Asmaradhana, pocung,Dandhang Gula, dan sebagainya dalang juga harus paham bahasa jawa kawi, bahasa jawa alus dan bahasa jawa ngoko. Selain itu juga harus menghafal ratusan tokoh wayang dan cerita atau lakon yang hendak dimainkan.Bukan hal mudah memang tapi saya yakin jika ada kemauan dan diasah di tempat yang benar maka semua akan menjadi mungkin, apalagi ketika masih kecil diberi suguhan hal-hal yang berbau wayang maka anak akan terbiasa sehingga belajar menjadi lebih mudah. Dapat kita pahami jika wayang dan gamelan saja jika dirincikan maka banyak sekali ilmu yang kita dapat , bagaimana dengan budaya Indonesia yang lain. Selayaknya kita kaum muda untuk bergerak bersama melestarikan budaya.
Saat ini mungkin gamelan kurang diminati dibandingkan music rock, metal, pop dan sebagainya tapi saya yakin jika kita sadar bersama tidak kita sendiri yang belajar maka orang lain yang akan mewarisi bahkan hilang ditelan zaman. Gamelan terbuat dari bahan kuningan, kayu,serta bahan lain diman saat dibunyikan akan menghasilkan suatu bunyi yang luar biasa selaras dan indah. Tidak kalah dengan alat musik modern seperti piano, gitar dan sebagainya.Wayang juga tidak kalah dengan pertunjukan musik rock, kpop yang tiketnya harganya mahal. Kenapa tidak budaya kita sendiri yang kita hargai lebih mahal serta lebih penting kita lestarikan selagi tidak menentang aturan agama dan perundang-undangan.   Saya berharap semoga semakin banyak anak muda yang mencintai seni wayang serta gamelan. Karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan sekaligus mewarisi. Semoga kita lebih mencintai kesenian budaya daerah kita. Dan pada hakikatnya semua budaya itu mempunyai filosofi disetiap penamaan, bentuk, cara dan sebagainya. Tetap mencintai budaya sendiri adalah suatu tabungan kekayaan dimasa yang akan datang, karena anak cucu kita yang akan mewarisi serta melestarikan pula dimasa yang akan datang . Datanglah ke Solo, Jogja bahkan Semarang untuk dapat menikmati kekhasan budaya kami. Karena kami masih menjunjung budaya nenek moyang kami. Kami bangga dan kami akan terus menjaga.  Selamat berkarya dengan tetap membudaya.

Selamat ulang tahun Gramedia, semoga tetap menginspirasi negeri ini dengan pengetahuan.

#46thMenginspirasi #GBCFebruari